Bab Lima Puluh Enam: Kematian Jiwa Sembilan Dunia – Tamat
Terhadap permintaan Ratu Awan Hitam, Ning Yu tidak menolaknya. Tubuhnya berkelebat dan muncul di hadapan Ratu Awan Hitam, lalu dengan satu gerakan mudra Iblis Tanpa Wujud, ia meniadakan seluruh energi pedang yang membanjiri udara, menggantikan posisi Ratu Awan Hitam untuk menghadang Kaisar Bawah Tanah Sembilan Kegelapan.
Soal kemungkinan Ratu Awan Hitam melarikan diri di tengah pertempuran, Ning Yu sama sekali tidak khawatir. Menurutnya, selama masih ada sedikit harapan, Ratu Awan Hitam takkan melarikan diri. Alasannya sederhana: semua rencana melawan Kaisar Bawah Tanah hari ini sepenuhnya digagas oleh Ratu Awan Hitam sendiri. Kaisar Bawah Tanah jelas tidak akan membiarkannya hidup. Selain itu, Ratu Awan Hitam juga masih dibebani Tanda Kutukan Jiwa yang diberikan oleh Kaisar Bawah Tanah. Meski kini ia berhasil melarikan diri, ia pasti akan ditemukan dan akhirnya tetap tidak akan luput dari kematian. Karena itu, lebih baik memanfaatkan kesempatan selagi Ning Yu ada di sini dan mempertaruhkan segalanya.
Kalaupun pada akhirnya Ratu Awan Hitam benar-benar kabur, dan ia harus berhadapan sendiri dengan Kaisar Bawah Tanah, Ning Yu pun tidak gentar. Toh ia sudah menuntaskan tugasnya dan bisa memanfaatkan Bursa Abadi untuk pergi. Kaisar Bawah Tanah tidak akan mampu menahannya.
Di atas setangkai teratai dari energi pedang, Kaisar Bawah Tanah Sembilan Kegelapan memandangi Ning Yu lalu tersenyum, berkata, "Benar-benar salah menilai. Awalnya aku kira kau hanyalah orang yang dibawa Ratu Awan Hitam untuk sekadar mengisi jumlah, ternyata kau punya kemampuan sehebat ini, bahkan bisa dengan mudah menyegel si Beruang Daya itu. Melihat mudra Iblis Tanpa Wujud yang kau gunakan, pasti si Tanpa Wujud malang itu juga tewas di tanganmu, ya?"
"Sialan, cuma gara-gara dapat keuntungan dengan mempelajari satu ilmu, kenapa tiap ketemu orang semua bilang si Tanpa Wujud malang itu aku yang bunuh? Sumpah, aku lebih malang dari Dou E," gerutu Ning Yu dalam hati. Ia menatap Kaisar Bawah Tanah dan berkata, "Terus terang, aku tak ingin jadi musuhmu, tapi aku sudah berjanji pada Ratu Awan Hitam, jadi tak bisa mundur. Bagaimana kalau begini: kita duduk dan mengobrol di sini, tunggu sampai Ratu Awan Hitam siap, baru kau bertarung dengannya, bagaimana?"
"Kau benar-benar bermimpi, bocah! Jangan kira membunuh si Daya dan Tanpa Wujud membuatmu setara denganku," jawab Kaisar Bawah Tanah sambil tersenyum dingin. Bunga teratai di bawah kakinya berputar, energi pedang menembak deras ke arah kepala Ning Yu.
"Trik murahan..." Mudra Iblis Tanpa Wujud bergetar ringan, lapisan pertahanan pun aktif, seluruh cahaya pedang terhalang. Seketika, dengan kekuatan pikiran, Ning Yu memampatkan puluhan ribu kati batu dan tanah menjadi bola sebesar tiga meter, lalu dilemparkannya keras ke arah Kaisar Bawah Tanah.
"Hancur!" Kaisar Bawah Tanah menunjuk ke depan. Bunga teratai di bawah kakinya berputar, energi pedang membelah udara, menghancurkan bola batu. Ia sendiri melesat ke langit, tubuhnya berubah menjadi pedang, menebas ke arah Ning Yu dari atas.
Krak! Lapisan pertahanan mudra Iblis Tanpa Wujud hancur diterjang, meski pedang masih jauh, hawa dinginnya sudah menusuk tulang. Ning Yu tidak berani lengah, Pedang Pemutus Jiwa di punggungnya melompat keluar, tanpa ragu ia gunakan jurus kedua Pedang Pemutus Jiwa, Pemutus Kejahatan.
Dentang! Energi pedang yang ditebaskan Ning Yu hancur, tubuhnya terlempar puluhan meter oleh hantaman dahsyat.
"Sial, kemampuanku dalam ilmu pedang terlalu lemah, jelas bukan tandingan Kaisar Bawah Tanah," maki Ning Yu dalam hati. Kedua tangannya lincah membentuk mudra, sebatang pohon purba raksasa menjulang menahan cahaya pedang. Namun, dahan-dahan besar pohon itu satu persatu terpotong oleh pedang, hanya dalam beberapa helaan napas, energi pedang sudah menembus batang utama pohon dan hampir membelahnya.
Pada saat itulah, mudra di tangan Ning Yu berubah. Tiba-tiba, bola batu raksasa puluhan meter muncul di langit dan jatuh deras seperti meteor, menghantam energi pedang yang terhalang pohon.
"Celaka..." Kaisar Bawah Tanah yang telah berubah menjadi pedang menyadari daya hancur bola batu yang meluncur dari langit, dan segera berusaha mundur.
"Mau pergi? Tidak semudah itu," mudra di tangan Ning Yu berubah lagi. Pohon purba yang hampir terbelah itu mendadak memancarkan kehidupan, ranting-ranting sebesar tong air tumbuh cepat, membelit tubuh Kaisar Bawah Tanah yang berubah menjadi pedang.
"Sialan, ilmu apa ini..." Tak peduli seberapa keras ia mengamuk memotong ranting dengan energi pedang sekalipun, setiap kali satu ranting terpotong, akan tumbuh lebih banyak lagi yang membelitnya.
Menyadari tak bisa melepaskan diri, Kaisar Bawah Tanah segera memanggil perwujudan Raja. Figur raja berwarna hitam muncul kembali, kekuatan ruang diaktifkan, dan dengan susah payah, bola batu raksasa yang sudah membara berhasil ia bekukan.
"Haha, aku memang sudah mengantisipasi kemampuan ruang milikmu itu. Tiga Bintang Pembunuh, jatuhlah!" Dengan teriakan Ning Yu, dua bola batu lagi muncul di udara dan jatuh menimpa bola batu pertama.
Dentuman dahsyat bergema, debu mengepul. Wajah Kaisar Bawah Tanah yang berada di bawah tiga meteor merah itu mendadak memerah, lalu ia muntah darah. Ilmu ruangnya dipatahkan paksa oleh Tiga Bintang Pembunuh milik Ning Yu, getaran kekuatan itu melukai organ dalamnya.
Namun yang terpenting, begitu kekuatan ruangnya menghilang, tiga bola batu raksasa itu kembali meluncur deras ke arahnya.
Ning Yu tak menyia-nyiakan kesempatan menindas lawan yang jatuh, tubuhnya berkelebat ke belakang tiga batu raksasa, mudra Iblis Tanpa Wujud dikerahkan sekuat tenaga, menambah daya hantam batu terakhir.
Rentetan ledakan mengguncang bumi, Kaisar Bawah Tanah dihantam tiga bola batu raksasa dengan kekuatan layaknya Gunung Tai menindih telur, menghunjamnya ke dalam tanah.
Setelah debu menghilang, Ning Yu menghela napas lega memandang tumpukan batu raksasa yang kini tertanam dalam tanah, lalu bergumam, "Dengan serangan sekuat ini, semestinya Kaisar Bawah Tanah itu sudah remuk jadi daging cincang."
Namun belum habis ucapannya, tanah di bawah kaki mulai berguncang dahsyat, semburan energi pedang menembus tanah ke angkasa. Ning Yu mengumpat dalam hati, "Sialan, sehebat itu nyawamu, serangan macam ini pun tak mempan!"
Tangan Ning Yu bergerak cepat, membentuk mudra. Sederet jimat bermunculan dan menyusup ke dalam tanah.
"Tanah jadi baja, cepat..." seru Ning Yu. Retakan tanah segera menyatu, permukaannya berkilau keemasan seperti berubah menjadi baja sungguhan.
Meski sudah begitu, Ning Yu tetap tak tenang. Ia berkelebat mengitari tumpukan batu raksasa, menempelkan tiga puluh dua jimat penyegel. Begitu jimat terakhir diletakkan, lingkaran simbol muncul di permukaan tanah yang telah mengeras, memperkuat segel Kaisar Bawah Tanah.
Namun ketenangan itu hanya berlangsung setengah menit, tanah kembali bergetar, walaupun tidak separah sebelumnya, wajah Ning Yu sudah sangat suram. Ia merasa kekuatan segel yang diberikan mulai cepat melemah.
"Hei, Ratu Awan Hitam, kau belum selesai? Aku di sini sudah hampir tak kuat menahan!" seru Ning Yu ke arah Ratu Awan Hitam.
Bukan berarti Ning Yu mengeluh atau bermalas-malasan, namun serangkaian ilmu sihir dahsyat yang ia gunakan sudah hampir menguras habis kekuatan batinnya.
"Hampir selesai, sebentar lagi! Ning Yu, tolong tahan sebentar lagi, aku segera siap," jawab Ratu Awan Hitam dengan gairah membara, sambil terus menulis jimat di tubuh Daya yang penuh jarum perak.
Dengan sedikit kesal, Ning Yu berkata, "Kau sebaiknya cepat, kalau tidak aku..."
"Celaka, kenapa bisa secepat ini!" Belum sempat Ning Yu menyelesaikan kalimatnya, segel baja tiba-tiba runtuh, tanah merekah, dan tiang pedang raksasa menembus bumi. Sosok hitam melesat dari bawah tanah menerjang ke arah Ning Yu.
Belum sempat bayangan hitam itu mendekat, Ning Yu sudah merasakan aura pedang yang mengerikan. Ia segera membentuk tiga dinding batu di depannya. Tiga suara benturan berat terdengar, dinding itu diterjang hancur oleh energi pedang.
Dengan waktu yang singkat itu, Ning Yu menggunakan ilmu Meloloskan Diri ke Dalam Tanah, menghindar dari tempat semula. Begitu ia pergi, energi pedang tak bertepi menghantam lokasi sebelumnya hingga menjadi debu.
"Ning Yu, aku sudah siap! Lihat bagaimana aku menghabisi bajingan Kaisar Bawah Tanah itu!" Pada saat itulah Ratu Awan Hitam rampung mempersiapkan ritualnya. Ia langsung mempersembahkan Raja Daya yang sudah disegel sebagai korban darah ke Menara Iblis Tulang Putih.
Bersamaan itu, sosok perempuan aneh berkepala tiga dan berlengan enam kembali muncul, menyatu bersama Ratu Awan Hitam ke dalam Menara Iblis Tulang Putih. Menara itu pun bergetar dan berubah menjadi sosok perempuan aneh berkepala tiga berlengan enam, kali ini dilapisi zirah tulang putih.
"Segel Pembantai Iblis...!" Dalam wujud raksasa, Ratu Awan Hitam berseru lantang. Keenam lengannya membentuk mudra, berputar dan akhirnya membentuk stempel hitam besar, yang kemudian dihantamkan ke arah Kaisar Bawah Tanah.
"Bagus, bagus, bagus! Tidak kusangka kau bisa menggabungkan Perwujudan Iblis Awan dengan Menara Iblis Tulang Putih," Kaisar Bawah Tanah berkata tiga kali, lalu tubuhnya berputar menjadi badai pedang yang menabrak stempel hitam.
Ledakan besar bergema, stempel hancur, badai pedang juga terpental. Dalam wujud raksasa, Ratu Awan Hitam muncul di belakang Kaisar Bawah Tanah, enam lengan berlapis tulang mencengkeram deras, menghancurkan cahaya pedang dan membelit tubuh Kaisar Bawah Tanah erat-erat.
"Cahaya Pemusnah Dewa Iblis, hancurkan dia...!" Ketiga kepala Ratu Awan Hitam serentak membuka mulut, tiga berkas cahaya hitam meledak menimpa tubuh Kaisar Bawah Tanah.
"Arghh..." Cahaya Pemusnah Dewa Iblis menembus pelindung energi pedang, menghantam tubuh Kaisar Bawah Tanah. Dalam sekejap saja, daging di titik yang terkena langsung hangus, menampakkan tulang belulang.
Namun Kaisar Bawah Tanah tetap belum mati. Energi pedang mati-matian melindungi organ dalamnya dari korosi cahaya iblis. Ia juga menggempur tubuh raksasa Ratu Awan Hitam, berusaha melepaskan diri dari belitan itu.
Namun tak peduli berapa kali ia melepaskan energi pedang atau ilmu ruang, semuanya sia-sia. Untuk sementara, ia sama sekali tak bisa lepas dari cengkeraman Ratu Awan Hitam. Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah bertahan, menunggu siapa yang kehabisan kekuatan lebih dulu.